Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari tren penguatan harga sejak akhir pekan lalu. Berdasarkan data dari Toko Emas Jasa Sejahtera (JS3) Langsa, harga emas pada Sabtu (28/2) masih berada di level Rp9.200.000 per mayam. Dalam kurun waktu dua hari, terjadi kenaikan sebesar Rp100.000 per mayam.
Imbas Serangan ke Iran
Para analis ekonomi menyebutkan bahwa serangan "Operasi Auman Singa" (Operation Lion's Roar) yang diluncurkan AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu menjadi pemicu utama. Eskalasi militer ini menyebabkan investor global berbondong-bondong mengalihkan aset mereka ke emas sebagai instrumen safe haven (aset pelindung nilai).
Di pasar spot global, harga emas dunia terpantau melonjak lebih dari 1% pasca serangan balasan rudal dari Teheran. Kondisi ini secara otomatis mengerek harga emas batangan dan perhiasan di tanah air, termasuk di Aceh yang menggunakan satuan mayam.
Pantauan Pasar di Langsa
Pemilik toko emas di kawasan Langsa mengonfirmasi bahwa pergerakan harga hari ini sangat dinamis.
"Senin, 2 Maret 2026, harga naik lagi menjadi Rp9.300.000 per mayam untuk emas murni kadar 99,5%," tulis pihak Toko Emas Jasa Sejahtera dalam keterangannya hari ini.
Meski harga melambung tinggi, minat masyarakat untuk memantau pergerakan harga tetap tinggi. Sebagian warga memilih menahan aset emas mereka sembari menunggu stabilitas politik dunia, sementara sebagian lainnya mulai mempertimbangkan untuk menjual kembali (buyback) demi mendapatkan keuntungan dari selisih harga.
Para pakar memprediksi jika konflik di Timur Tengah terus meluas dan mengganggu jalur distribusi energi seperti Selat Hormuz, harga emas tidak menutup kemungkinan akan terus mencetak rekor baru dalam beberapa pekan ke depan.

